armita.nestri's blog

inspiration

CERITA MOTIVASI SAYA UNTUK MPKMB 2010

Author: armita.nestri10
09 14th, 2010

Saya pernah membaca sebuah kisah pada salah satu situs internet yang kemudian memberikan beberapa pemikiran baru kepada saya, ini lah kisah tersebut :


Kesaksian Hidup dibalik Meledaknya Pesawat Luar Angkasa Challenger, USA.


Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan! Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center. Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir.
Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara.
Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini? Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.

Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam? Aku berpaling pada ayahku. Katanya, “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang. Aku teringat kata-kata ayahku,“Semua terjadi karena suatu alasan.”

Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup.

Aku tidak kalah; aku seorang pemenang. Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Dalam kisah tersebut mengandung pesan kita harus lah berserah diri kepada Tuhan setelah usaha keras yang kita lakuakn, karena tidak selamanya apa yang kita anggap baik akan menjadi hal yang baik untuk kita. Yakinlah apa yang di takdirkan Tuhan kepada kita adalah yang terbaik untuk kita setelah segala usaha keras yang kita lakukan, selalu bersyukur dan menjalankan apa yang di berikan Nya dengan sebaik mungkin.


Dahulu saya membuat planning apa yang akan saya tuju setelah saya lulus sekolah menengah atas, alhamdulillah nilai rapot semester 1-5 saya mendapat nilai yang memuaskan, dari itu saya memberanikan diri untuk mengikuti jalur masuk perguruan tinggi negeri dengan hasil belajar saya itu. Saya tak menyangka disaat temen-teman yang lain gundah menghadapi ujian nasional saya telah mengantongi salah satu pergurusn tinggi negeri. Namun saya menghadapi sebuah dilema karena jurusan yang saya dapat kan bukanlah jurusan yang saya ingin tuju setelah lulus sekolah menengah atas.

Bermufakat bersama orang tua dan akhirnya bapak menyarankan mengambil jurusan tersebut, Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Namun orang tua saya tetap memberi kebebasan kepada saya untuk tetap mengejar tujuan yang saya inginkan menjadi seorang Dokter Gigi.


Saya coba mengikuti hampir semua perguruan tinggi negeri yang memiliki Fakultas Kedokteran Gigi. Dari perguruan tinggi di Depok-Bandung-Jogjakarta- dan SNMPTN saya ikuti. Namun hasilnya saya tidak mendapatkannya. Rasa kecewa, amarah, kesal saya rasakan, sampai-sampai saya bertanya, “Ya ALLAH mengapa Engkau tidak mengizinkan saya menjadi seorang Dokter Gigi seperti yang saya ingin kan? Saya telah belajar sampai malam, pergi les, berdoa pada mu hingga di tengah malam, apakah kau tidak mau mendengar dan menolong ku?” sampai sampai pada saat itu malas saya menjalani aktivitas.

Pada akhirnya kini saya menjalani tahap awal di perguruan tinggi yang saya dapatkan, Fakultas Kehutanan yang dibilang teman-tema perempuan Fakultas yang menyeramkan entah tempat atau apanya. Di tengah kekecewan saya, saya menceritakan semua kepada ibu saya, ia berkata, “Semua orang memiliki jalan masing-masing untuk mencapai klimaks kehidupan, jangan cepat berfikiran negatif, mungkin kelak itulah yang terbaik.”

Setelah saat itu sampai sekarang saya terus berfikir, “Iya mungkin inilah yang terbaik untuk saya, ALLAH pasti lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba Nya”. Ya terus teriang apakah jika seandainya saya memaksakan diri menjadi seorang Dokter Gigi malah itu akan menyusahkan saya sendiri kelak, selain membutuhkan kepandaian, ketelitian, dan rasa sosialisasi yang tinggi tidaklah mudah untuk menjadi seperti itu, mungkin saja kan jika saya memaksakan menempuh kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi saya tidak dapat memberi kan hasil yang maksimal menjadi seorang dokter.

Tapi saya yakin satu hal, di dunia ini semua ilmu memiliki peran yang sama untuk menyelaraskan kehidupan di dunia. Tidak ada satu pun ilmu yang tidak bermanfaat, sekecil apapun, walaupun orang lain menatap nya dengan sebelah mata, namun tanpa sadar dalam hidup yang sejahtera kita membutuhkan sang ilmuwan yang kita anggap “tidak penting” tadi.


Bersyukur dan memberikan yang terbaik atas apa yang telah di berikan ALLAH untuk saya. Saya usahakan selalu memberikan yang terbaik atas kesempatan ini.